Di tengah meningkatnya prevalensi sindrom metabolik yang berkaitan dengan pola hidup modern, pencarian sumber pangan alami yang berkhasiat menjadi semakin relevan. Tantangan inilah yang mendorong Nikmatull Hidayah, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), untuk mengkaji potensi bunga turi sebagai bahan pangan fungsional dalam ujian komprehensif yang menandai kesiapan akademiknya menuju tahap penelitian disertasi.
Ujian komprehensif dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang (OR) FTP UGM Lantai II. Dalam forum akademik tersebut, Nikmatull Hidayah (NIM 24/534837/STP/00346) memaparkan rencana penelitian berjudul “Ekstraksi Senyawa Fenolik Berbantu Gelombang Mikro pada Bunga Turi (Sesbania grandiflora): Potensi Pengendalian Sindrom Metabolik dan Aplikasinya sebagai Minuman Fungsional.” Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi senyawa fenolik dari bunga turi serta aplikasinya dalam produk minuman yang menyehatkan.
Bunga turi dikenal sebagai tanaman lokal yang telah lama dimanfaatkan secara tradisional, namun kajian ilmiah mengenai kandungan bioaktifnya masih terus berkembang. Melalui pendekatan ekstraksi berbantu gelombang mikro, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan ekstrak senyawa fenolik secara lebih efisien dan optimal. Senyawa fenolik sendiri diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang berperan penting dalam membantu mengendalikan stres oksidatif, salah satu faktor pemicu sindrom metabolik.
Ujian dipimpin oleh Prof. Dr. Ria Millati, S.T., M.T. selaku Ketua Sidang. Dalam pelaksanaan ujian ini, Nikmatull Hidayah dibimbing oleh Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc. sebagai Promotor, serta Yunika Mayangsari, S.Si., M.Biotech., Ph.D. sebagai Co-Promotor. Proses evaluasi juga melibatkan para penguji, yaitu Dr. Ir. Priyanto Triwitono, M.P., Dr.nat.techn. FMC Sigit Setyabudi, S.T.P., M.P., Dr. Manikharda, S.T.P., M.Agr., dan Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P., yang memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan metodologi dan arah penelitian.
Melalui diskusi ilmiah dalam ujian komprehensif ini, mahasiswa diuji tidak hanya dari aspek penguasaan teori dan literatur ilmiah, tetapi juga dari kemampuan merancang penelitian yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pengembangan pangan fungsional. Topik yang diangkat dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (/mtt)