Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pangan fungsional dan kesehatan pencernaan, inovasi bahan baku lokal menjadi salah satu fokus penting dalam riset pangan. Isu tersebut mengemuka dalam ujian komprehensif yang dijalani Shifa Eka Lisda, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM). Melalui tahapan akademik ini, Shifa memaparkan gagasan penelitiannya yang mengolah biji nangka—komoditas yang selama ini kurang dimanfaatkan—menjadi bahan enkapsulan probiotik bernilai tambah tinggi.
Ujian komprehensif dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang (OR) FTP UGM Lantai II. Dalam kesempatan tersebut, Shifa Eka Lisda (NIM 24/549237/STP/00356) mempresentasikan rencana penelitian berjudul “Modifikasi Pati Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) dengan Perlakuan Gelombang Mikro Kombinasi Hidrolisis Enzim sebagai Enkapsulan Probiotik.” Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakteristik pati biji nangka agar mampu melindungi probiotik selama proses pengolahan dan penyimpanan pangan.
Biji nangka memiliki kandungan pati yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas. Melalui pendekatan modifikasi pati menggunakan kombinasi perlakuan gelombang mikro dan hidrolisis enzim, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan pati dengan sifat fisik dan fungsional yang lebih sesuai sebagai bahan enkapsulan. Enkapsulasi probiotik sendiri berperan penting dalam menjaga viabilitas mikroorganisme hidup agar tetap aktif hingga dikonsumsi dan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.
Ujian komprehensif ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ria Millati, S.T., M.T. selaku Ketua Sidang. Shifa dibimbing oleh Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P. sebagai Promotor, serta Dian Anggraini Suroto, S.T.P., M.P., M.Eng., Ph.D. sebagai Co-Promotor. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr., Dr.nat.techn. FMC Sigit Setyabudi, S.T.P., M.P., Dr. Manikharda, S.T.P., M.Agr., dan Prof. Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D., yang memberikan evaluasi serta masukan konstruktif terhadap arah dan metodologi penelitian yang diusulkan.
Melalui forum ujian ini, mahasiswa diuji tidak hanya pada penguasaan teori dasar dan metodologi penelitian, tetapi juga pada kemampuan merancang riset yang relevan dengan kebutuhan pengembangan pangan fungsional. Topik yang diangkat dinilai memiliki kontribusi strategis, khususnya dalam pemanfaatan bahan baku lokal sebagai solusi inovatif bagi industri pangan dan kesehatan.
Ujian komprehensif merupakan tahapan krusial dalam pendidikan doktoral sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahap penelitian disertasi secara penuh. Dengan terlaksananya ujian ini, Shifa Eka Lisda diharapkan dapat melanjutkan penelitian disertasinya secara lebih terarah dan mendalam, serta memberikan sumbangan ilmiah bagi pengembangan ilmu dan teknologi pangan, terutama dalam bidang enkapsulasi probiotik berbasis sumber daya lokal Indonesia. (/mtt)