Seiring meningkatnya kebutuhan akan sumber protein alternatif yang berkelanjutan, aspek keamanan pangan menjadi perhatian penting dalam pengembangannya. Isu inilah yang diangkat oleh Laurensia Maria Yulian Dwiputranti Darmoatmodjo, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), saat menjalani ujian komprehensif sebagai salah satu tahapan penting dalam studi doktoralnya.
Ujian komprehensif tersebut dilaksanakan pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 13.00–16.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang (OR) Lantai II FTP UGM. Dalam kesempatan ini, Laurensia memaparkan proposal penelitian berjudul “Keamanan Pangan Mikoprotein dari Biomassa Rhizopus oligosporus FNCC 6010 yang Ditumbuhkan pada Media Mengandung Sianida dan Logam Berat.” Penelitian ini menitikberatkan pada evaluasi keamanan mikoprotein yang dihasilkan dari biomassa jamur, khususnya ketika jamur tersebut tumbuh pada media dengan potensi cemaran berbahaya.
Mikoprotein dikenal sebagai salah satu sumber protein non-hewani yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan pangan masa depan. Namun demikian, proses produksi dan kondisi media tumbuh jamur dapat memengaruhi kualitas serta keamanannya. Oleh karena itu, penelitian Laurensia menjadi relevan dalam memberikan dasar ilmiah terkait potensi akumulasi senyawa berbahaya seperti sianida dan logam berat, serta dampaknya terhadap keamanan produk pangan berbasis mikoprotein.
Ujian dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Tyas Utami, M.Sc. selaku Ketua Sidang. Laurensia dibimbing oleh Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D. sebagai Promotor dan Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P. sebagai Co-Promotor. Proses ujian juga melibatkan para penguji dari berbagai bidang keahlian, yaitu Yunika Mayangsari, S.Si., M.Biotech., Ph.D., Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes., Siska Aditya, S.Pt., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Manikharda, S.T.P., M.Agr., yang memberikan masukan konstruktif terhadap rencana penelitian yang disampaikan.
Melalui diskusi akademik dalam ujian komprehensif ini, Laurensia tidak hanya diuji pemahamannya terhadap teori dan metodologi penelitian, tetapi juga kemampuannya dalam merancang riset yang relevan dengan tantangan nyata di bidang teknologi pangan. Topik yang diangkat dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung pengembangan protein alternatif yang aman, berkualitas, dan dapat diterima oleh masyarakat.
Ujian komprehensif merupakan tahapan krusial sebelum mahasiswa doktoral melanjutkan ke tahap penelitian disertasi secara penuh. Dengan selesainya ujian ini, Laurensia diharapkan mampu melanjutkan penelitian disertasinya secara lebih terarah dan mendalam, sekaligus memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan ilmu pangan, khususnya dalam aspek keamanan pangan berbasis mikoprotein. (/mtt)