Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) kembali menyelenggarakan ujian komprehensif bagi mahasiswa Program Doktor Ilmu Pangan. Pada kesempatan ini, Fafa Nurdyansyah (NIM 23/529228/STP/00339) menjadi peserta ujian yang digelar pada Rabu, 24 September 2025, pukul 13.00–16.00 WIB di Ruang Sidang Lantai II FTP UGM.
Dalam ujian tersebut, Fafa mempresentasikan rencana penelitian disertasinya yang berjudul “Modifikasi Glukomanan Porang dengan Perlakuan Pulsed Electric Field, Karakterisasi dan Evaluasi Potensi Prebiotik In Vitro dan In Vivo pada Tikus Model Diabetes.” Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan glukomanan dari umbi porang sebagai bahan prebiotik, yang kemudian dimodifikasi menggunakan teknologi Pulsed Electric Field (PEF) untuk meningkatkan fungsionalitas dan stabilitasnya. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan terobosan baru dalam pengembangan pangan fungsional yang mendukung penanganan diabetes.
Ujian komprehensif dipimpin oleh Prof. Dr. Ria Millati, S.T., M.T. selaku Ketua Sidang. Turut hadir sebagai tim pembimbing dan penguji, yaitu:
-
Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. (Promotor)
-
Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes. (Co-Promotor)
-
Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. (Penguji)
-
Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P. (Penguji)
-
Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. (Penguji)
-
Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D. (Penguji)
Melalui penelitian ini, Fafa berupaya mengungkap potensi besar glukomanan porang—komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi—sebagai kandidat prebiotik yang dapat mendukung kesehatan usus dan mengontrol metabolisme glukosa, terutama pada individu dengan kondisi diabetes. Pemanfaatan teknologi PEF juga menjadi nilai tambah, karena menawarkan proses modifikasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan ujian komprehensif ini menjadi langkah penting bagi Fafa dalam proses menuju penyusunan dan penyelesaian disertasinya. Hasil penelitian yang akan dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya alam Indonesia serta mendukung inovasi di bidang kesehatan metabolik. (/mtt)