Ketersediaan benih bermutu menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi hortikultura nasional. Tantangan utama yang sering dihadapi adalah tingginya tingkat kerusakan benih selama masa penyimpanan, khususnya pada komoditas bawang merah. Permasalahan inilah yang menjadi fokus kajian Nugroho Siswanto, mahasiswa Program Doktor Ilmu Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), dalam ujian tertutup disertasinya.
Ujian tertutup disertasi dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang (OR) Fakultas Teknologi Pertanian UGM Lantai II. Pada kesempatan tersebut, Nugroho Siswanto (NIM 17/422659/STP/00229) mempertahankan disertasi berjudul “Teknologi Penanganan Pascapanen Benih Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) untuk Meminimalisir Kerusakan Selama Penyimpanan.” Penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan teknologi pascapanen yang mampu menjaga kualitas dan viabilitas benih bawang merah dalam periode simpan yang lebih panjang.
Benih bawang merah dikenal memiliki karakteristik fisiologis yang rentan terhadap penurunan mutu akibat faktor lingkungan, seperti suhu dan kelembapan. Melalui penelitian ini, Nugroho mengkaji berbagai aspek penanganan pascapanen yang berpengaruh terhadap stabilitas sel benih, sehingga dapat menekan tingkat kerusakan selama penyimpanan. Hasil penelitian diharapkan memberikan solusi praktis bagi petani, penangkar benih, maupun industri perbenihan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
Ujian tertutup dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. selaku Ketua Sidang. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Nursigit Bintoro, M.Sc. sebagai Promotor, dengan Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng. dan Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. sebagai Co-Promotor. Proses evaluasi melibatkan tim penguji yang terdiri dari Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Titiek F. Djaafar, M.P., Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Asep Nurhikmat, S.T.P., M.P.
Melalui forum ujian tertutup ini, Nugroho diuji secara mendalam terkait penguasaan teori, metodologi penelitian, serta kontribusi ilmiah dari disertasi yang disusunnya. Topik penelitian dinilai memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan, khususnya dalam menjamin ketersediaan benih berkualitas sebagai fondasi produksi pangan.
Ujian tertutup disertasi merupakan salah satu tahapan akhir dalam pendidikan doktoral sebelum mahasiswa melanjutkan ke ujian terbuka. Dengan terlaksananya ujian ini, Nugroho Siswanto diharapkan dapat menyempurnakan disertasinya dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi pascapanen serta sistem perbenihan hortikultura di Indonesia. (/mtt)