Upaya pencarian sumber protein alternatif yang berkelanjutan terus berkembang seiring meningkatnya tantangan global di bidang pangan dan gizi. Isu tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan ujian komprehensif yang dijalani Atika Yahdiyani Ikhsani, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM). Melalui tahapan akademik ini, Atika memaparkan rencana penelitiannya yang berfokus pada pemanfaatan biomassa jamur sebagai sumber protein fungsional.
Ujian komprehensif dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, pukul 13.00–16.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang (OR) FTP UGM Lantai II. Dalam forum tersebut, Atika Yahdiyani Ikhsani (NIM 24/536589/STP/00348) mempresentasikan proposal penelitian berjudul “Isolasi dan Karakterisasi Protein dari Biomassa Miselium Rhizopus oligosporus FNCC 6010 sebagai Sumber Protein Fungsional.” Penelitian ini diarahkan untuk menggali potensi protein dari biomassa miselium jamur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pangan bernilai tambah.
Rhizopus oligosporus dikenal luas sebagai mikroorganisme yang berperan penting dalam fermentasi pangan tradisional. Namun, biomassa miseliumnya masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber protein fungsional dengan karakteristik tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan. Melalui proses isolasi dan karakterisasi protein, penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah mengenai sifat fisikokimia dan potensi aplikasinya dalam pengembangan produk pangan inovatif.
Ujian komprehensif dipimpin oleh Prof. Dr. Ria Millati, S.T., M.T. selaku Ketua Sidang. Atika dibimbing oleh Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D. sebagai Promotor dan Dr. Qurrotul A’yun, S.T.P., M.Sc. sebagai Co-Promotor. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., Dr. Manikharda, S.T.P., M.Agr., dan Dr. Arima Diah Setiowati, S.T.P., M.Sc., yang memberikan berbagai masukan dan evaluasi terhadap kelayakan serta arah penelitian yang diusulkan.
Melalui diskusi ilmiah dalam ujian ini, Atika diuji tidak hanya dari sisi penguasaan teori dan metodologi, tetapi juga kemampuannya dalam merumuskan penelitian yang relevan dengan tantangan pengembangan pangan fungsional. Topik yang diangkat dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung diversifikasi sumber protein serta pemanfaatan mikroorganisme sebagai bahan pangan masa depan.
Ujian komprehensif merupakan salah satu tahapan penting dalam pendidikan doktoral sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahap penelitian disertasi. Dengan selesainya ujian ini, Atika Yahdiyani Ikhsani diharapkan dapat melanjutkan penelitian disertasinya secara lebih terarah dan mendalam, serta memberikan sumbangan ilmiah bagi pengembangan ilmu dan teknologi pangan, khususnya dalam bidang protein fungsional berbasis mikroba. (/mtt)