Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan bernilai tinggi terus menjadi perhatian dalam pengembangan riset di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM). Salah satu upaya tersebut tercermin dalam ujian komprehensif yang dijalani Derina Paramitasari, mahasiswa Program Doktor (S3) Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, yang mengangkat topik inovatif terkait pemanfaatan ampas sagu sebagai bahan pendukung industri farmasi.
Ujian komprehensif dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 13.00–16.00 WIB di Ruang Sidang (OR) FTP UGM Lantai II. Dalam forum akademik tersebut, Derina Paramitasari (NIM 24/552341/STP/00364) mempresentasikan proposal penelitian berjudul “Produksi Hijau Nanocrystalline Cellulose (NCC) dari Ampas Sagu dan Aplikasinya sebagai Eksipien Tablet.” Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses produksi Nanocrystalline Cellulose (NCC) yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah ampas sagu sebagai bahan baku utama.
Ampas sagu selama ini masih terbatas pemanfaatannya dan sering dianggap sebagai limbah. Melalui pendekatan produksi hijau, penelitian ini berupaya mengolah ampas sagu menjadi NCC yang memiliki ukuran partikel sangat kecil dan karakteristik fisik yang sesuai untuk digunakan sebagai eksipien tablet, yaitu bahan tambahan yang berperan penting dalam stabilitas dan kualitas sediaan obat. Dengan demikian, riset ini tidak hanya berkontribusi pada pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal untuk kebutuhan industri kesehatan.
Ujian dipimpin oleh Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., M.T. selaku Ketua Sidang. Derina dibimbing oleh Dr. Nafis Khuriyati, S.T.P., M.Agr. sebagai Promotor, serta Dr. Jumeri, S.T.P., M.Si. dan Mulyana Hadipernata, S.T.P., M.Sc., Ph.D. sebagai Co-Promotor. Proses ujian juga melibatkan tim penguji yang terdiri dari Mohammad Affan Fajar Falah, S.T.P., M.Agr., Ph.D., Anggoro Cahyo Sukartiko, S.T.P., M.P., Ph.D., dan Prof. Dr. Teuku Nanda Saifullah Sulaiman, S.Si., M.Si., Apt., yang memberikan masukan akademik untuk memperkuat rancangan penelitian.
Melalui ujian komprehensif ini, Derina diuji tidak hanya pada penguasaan teori dan metodologi, tetapi juga pada kemampuan mengaitkan risetnya dengan kebutuhan nyata di bidang industri dan kesehatan. Topik yang diangkat dinilai memiliki relevansi tinggi karena menggabungkan konsep keberlanjutan, teknologi material, dan aplikasi farmasi.
Ujian komprehensif merupakan salah satu tahapan krusial dalam pendidikan doktoral sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahap penelitian disertasi. Dengan selesainya ujian ini, Derina Paramitasari diharapkan dapat melanjutkan penelitiannya secara lebih terarah dan mendalam, serta memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan teknologi industri pertanian berbasis sumber daya lokal dan ramah lingkungan. (/mtt)