Inovasi berbasis sumber daya lokal terus menjadi perhatian dalam pengembangan riset di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM). Salah satu wujudnya ditunjukkan melalui ujian komprehensif yang dijalani oleh Yanuar Sigit Pramana, mahasiswa Program Doktor (S3) Teknologi Industri Pertanian FTP UGM. Dalam ujian ini, Yanuar memaparkan gagasan penelitiannya yang berfokus pada pemanfaatan pati sagu sebagai bahan baku industri bernilai tambah.
Ujian komprehensif dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Sidang FTP UGM Lantai II. Yanuar Sigit Pramana (NIM 24/552304/STP/00363) mempresentasikan proposal penelitian berjudul “Rekayasa Proses Ekstrusi dan Reaksi Kimia Ikatan Silang–Karboksimetilasi untuk Produksi Drilling Starch dari Pati Sagu sebagai Fluid Loss Reducer.” Penelitian ini bertujuan untuk merekayasa pati sagu agar memiliki karakteristik teknis yang sesuai sebagai drilling starch, yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk mengurangi kehilangan fluida pada proses pengeboran.
Sebagai komoditas lokal yang melimpah, pati sagu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri. Namun, penggunaannya memerlukan modifikasi sifat fisik dan kimia. Melalui kombinasi proses ekstrusi dan reaksi ikatan silang serta karboksimetilasi, penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan performa pati sagu sehingga dapat diaplikasikan secara optimal dalam industri, khususnya sektor energi.
Ujian dipimpin oleh Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., M.T. selaku Ketua Sidang, dengan Mohammad Affan Fajar Falah, S.T.P., M.Agr., Ph.D. sebagai Promotor, serta Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si. dan Mulyana Hadipernata, S.T.P., M.Sc., Ph.D. sebagai Co-Promotor. Tim penguji terdiri dari Prof. Ir. Muslikhin Hidayat, S.T., M.T., Ph.D., IPU., Dr. Devi Putra, M.Sc., S.T., dan Arita Dewi Nugrahini, S.T.P., M.T., Ph.D., yang memberikan masukan akademik untuk penyempurnaan rancangan penelitian.
Ujian komprehensif merupakan tahapan penting dalam pendidikan doktoral untuk menguji kesiapan mahasiswa sebelum memasuki tahap penelitian disertasi. Melalui ujian ini, Yanuar diharapkan mampu melanjutkan risetnya secara lebih mendalam serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi industri pertanian berbasis sumber daya lokal Indonesia. (/mtt)